Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Sunday, December 11, 2011

'Suster Ngesot' Ditendang Satpam Ortu Mega Laporkan Dugaan Penganiayaan ke Polisi

Minggu, 11/12/2011 21:36 WIB

Baban Gandapurnama - detikBandung

Bandung - Keluarga mahasiswi bergaya ala hantu 'Suster Ngesot', Mega Tri Pratiwi (20), akhirnya melaporkan insiden tendangan seorang satpam Apartemen Galeri Ciumbuleuit kepada Polrestabes Bandung. Orang tua tak terima Mega diperlakukan kasar hingga harus dirawat di rumah sakit.

"Saya sudah melaporkan kasus dugaan penganiayaan ini ke Polrestabes Bandung pada Sabtu malam kemarin," ujar ayah Mega yakni Mahfud Djabir saat ditemui wartawan di RS Santosa Hospital, Jalan Kebon Jati, Kota Bandung, Minggu (11/12/2011).

Laporan itu tertuang dalam surat bernomor LP/3340/XII/2011/Polrestabes. Ia menambahkan, sebagai memperkuat penyidikan disertakan juga hasil visum luka yang diderita Mega kepada pihak kepolisian. Mahfud tampak kesal dan marah melihat kondisi anaknya tersebut menderita.

"Anak saya cacat permanen, satu gigi bawahnya patah. Ini kan niatnya hanya bercanda. Kenapa oknum satpam itu menendang anak saya. Saya sangat prihatin dengan kejadian ini," jelas Mahfud.

Dia tidak tahu persis kenapa seorang satpam itu bisa masuk dalam lift bersama seorang target yang berniat ditakuti dan tiga teman Mega lainnya. Keluarga menduga satpam itu sepertinya sudah melihat aksi Mega yang berada di depan pintu lift lantai 17 dari layar Closed Circuit Television (CCTV)

"Karena adanya tindakan kekerasan, maka saya laporkan ke polisi," tegas Mahfud.

Dalam berita sebelumnya, Mega beraksi ala suster ngesot untuk menakuti temannya yang sedang berulang tahun bernama Fitra. Mega dan empat temannya menunggu Fitra dan 3 teman lainnya yang sedang makan. Usai makan, mereka pun naik ke kamar melalui lift. Mega pun menunggu sendiri di depan lift sambil berpose ala suster ngesot sementara empat teman lainnya menunggu.

Di dalam lift, tak hanya Fitra dan 3 temannya saja, ada juga satpam bernama Sunarya dan seorang pegawai Apartemen Galeri Ciumbeluit lainnya. Ketika pintu terbuka, tiba-tiba satpam yang posisinya di bagian belakang penumpang lift langsung maju dan menendang Mega hingga harus dibawa ke rumah sakit.


(bbn/ern)

Satpam Apartemen Galeri Ciumbuleuit Tendang 'Suster Ngesot'

Baban Gandapurnama - detikBandung



Bandung - Aksi berdandan ala 'Suster Ngesot' yang diperagakan Mega Tri Pratiwi (20) mesti berakhir di rumah sakit. Mahasiswi tersebut terluka setelah ditendang seorang satpam Apartemen Galeri Ciumbuleuit, Sunarya, pada Sabtu (10/11/2011), sekitar pukul 02.30 WIB.

Kejadian itu bermula saat Mega berniat membuat kejutan kepada seorang rekannya yakni Fitra Mahaly yang Sabtu kemarin berulang tahun ke-18. Mega dan Fitra bersama tujuh teman mainnya berada di apartemen yang berlokasi di Jalan Ciumbuleuit itu sejak Jumat (9/12/2011) untuk mengisi liburan di Kota Bandung.

"Tadinya mau bikin surprise. Bentuknya nakut-nakutin Fitra. Saya pakai dress putih seperti 'Suster Ngesot' dan wajah sengaja tertutup rambut," kata mahasiswi yang kuliah di Raffles Design Institute, Jakarta, saat ditemui di RS Santosa Hospital, Jalan Kebon Jati, Kota Bandung, Minggu (11/12/2011).

Mega bersama empat rekannya menunggu di lantai 17. Sedangkan kamar Mega berada di lantai 22. Target yang ditakuti saat itu bersama tiga rekan lainnya sebelumnya makan bersama. Usai makan dan bersiap naik, teman Mega yang bersama target yakni Fitra selanjutnya mengontak Mega agar besiap-siap.

Target dan rekannya lalu naik lift menuju lantai 17. Di depan pintu lift lantai tersebut, Mega seorang diri sudah menunggu sambil gaya duduk ala 'Suster Ngesot'. Rupanya, lift itu juga berisi satpam yaitu Sunarya dan seorang pegawai Apartemen Galeri Ciumbeluit lainnya.

"Ting, pintu bel lift berbunyi dan terbuka. Nah, tiba-tiba satpam itu menendang wajah," ucap Mega.

Posisi satpam dan pegawai saat di dalam lift berada di belakang rombongan target dan teman Mega. "Satpam itu maju ke depan menerobos teman-teman dan langsung menedang. Ya, Keras sekali. Sampai saya setengah tidak sadar," akunya.

Setelah itu Mega diantar rekan-rekanya ke RS Advent. "Pada Sabtu malam kemarin, anak saya ini dibawa ke RS Santosa," jelas ayah Mega yakni Mahfud Djabir ditemui di lokasi yang sama.


(bbn/tya)

2 Remaja Putri Hanyut di Pasar Rebo, Motor dan HP Korban Ditemukan

Minggu, 11/12/2011 21:58 WIB 


Andri Haryanto - detikNews

Jakarta - Hingga saat ini pihak kepolisian dan Tim SAR belum menemukan dua remaja yang terbawa hanyut di Kali Gongseng, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Tim menemukan motor, HP, serta jam tangan yang diduga milik korban.

"Perkembangan pencarian hari ini tim menemukan HP dan jam tangan yang diduga milik korban yang dibungkus plastik," kata Kepala Polsek Pasar Rebo, Kompol Sutardi saat dihubungi detikcom, Minggu (11/12) malam.

Tim pencarian dilakukan oleh berbagai elemen, mulai dari masyarakat sekitar yang berinisiatif melakukan pencarian, anggota TNI dari Batalyon Kavaleri dan Kopassus, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, dan Polisi.

"Pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai dengan menggunakan perahu karet dan ada yang menyusuri bantaran sungai secara manual sampai perbatasan Sungai Ciliwung," jelas Sutardi.

Sutardi menjelaskan, lokasi kejadian jatuhnya dua remaja bernama Denanda Danar Pratiwi (16) dan Hening Trihandayani (16), di Jembatan Gongseng, RT 10/1, Keluraan Cijantung, berjarak kurang lebih 5,5 kilometer.

Sementara itu, motor Yamaha Mio hitam nopol B 3872 TDR yang dikendarai dua remaja putri tersebut sudah ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Motor sudah ditemukan dari tadi malam," jelas Sutardi.

Dia menambahkan, kejadian bermula ketika dua remaja tersebut melintasi jembatan kali sesaat setelah huan deras mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 17.50 WIB, Sabtu (10/12). Jembatan tersebut diketahui tidak memiliki pengaman di sisi kiri dan kanannya.

Saat peristiwa terjadi, air kali menggenani jembatan setinggi betis orang dewasa. Saat berada di tengah jembatan motor yang ditunggangi keduanya menyenggol batang pohon pisang yang terbawa hanyut air kali.

"Keduanya terjatuh dan langsung terbawa arus sungai. Arus Air saat itu tinggi dan deras," kata Sutardi.

Denanda merupakan warga Yon Kav 7 Kelurahan Baru dan Hening Tri Handayani warga RT 001/RW 011 Kelurahan Cijantung.

(ahy/fjr)

Friday, December 9, 2011

Tewas Ditusuk, Christopher Terus Genggam BlackBerry Pemberian Sang Ayah


Rivki - detikNews




Jakarta - BlackBerry tipe Onyx terus digenggam Christopher Melky Tanujaya meski dihujani tikaman dari Abdul Jalil (24). Peraih juara Olimpiade Matematika 2009 tingkat SMP ini mempertahankan HP pemberian ayahandanya, Sephanus Hans Tanujaya, hingga akhir hayatnya.

Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Andap Budhi, menceritakan kejadian itu berawal saat Christopher turun dari Halte TransJakarta Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin 5 Desember 2011 pukul 18.45 WIB.

Ia ingin mengunjungi rumah kakeknya yang tinggal di Pluit Barat III nomor 2. Christopher berjalan kaki sambil memainkan handphone BlackBerry tipe Onyx warna putih.

Bersamaan dengan itu, kata Andap, pelaku Abdul Jalil alias Adul alias Ayup membuntuti Christopher kurang lebih sekitar 200 meter di Jalan Pluit Selatan I, persis di depan SDN 01 Pluit. Situasi saat itu sepi dan jalanan gelap.

Abdul menepuk pundak Christopher dan meminta handphone Christopher. Namun, Christopher menolak dan berusaha keras menolak karena handphone tersebut dari ayahnya.

"Karena handphone tidak diberikan oleh Christopher, Abdul Jalil lalu mengeluarkan pisau dapur yang diselipkan di pinggang bagian kanan. Pisau langsung ditusukkan ke leher Christopher, lalu ke pinggang kanan, serta ke pundak kiri," kata Andap di Mapolres Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Jumat (9/12/2011).

"Namun perbuatan merampas handphone tidak terlaksana karena tangan korban memegang erat BlackBerry tersebut. Berdasarkan pengakuan, pelaku cemas korban berteriak," ujar Andap.

Menurut dia, Abdul Jalil lalu lari menuju rumahnya dan Christopher dibawa ke RS Atma Jaya oleh saksi mata, Setyohadi (31). Christopher akhirnya meninggal dunia.

Abdul Jalil kini ditahan di Polres Jakarta Utara. "Pelaku sebelumnya sudah niat mau merampok tetapi secara random. Selasa, pelaku tidak keluar rumah," kata Andap.

Ia mengatakan Abdul Jalil mencoba menghilangkan barang bukti dengan merendam bajunya yang ada noda darah. "Sehabis itu, pelaku yang tadinya berambut ikal menggunting rambutnya menjadi lebih pendek," kata dia.

Abdul Jalil ditangkap di rumahnya Jalan Bakti RT 007 RW 007 nomor 23, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis 8 Desember 2011 pukul 19.00 WIB. "Saat penangkapan pelaku tidak melakukan perlawanan," kata Andap.

(aan/vit)

Sondang, Pria yang Bakar Diri di Istana Menangis Saat Didoakan


Sabtu, 10/12/2011 11:41 WIB



Hestiana Dharmastuti - detikNews

Jakarta - Sondang Hutagalung, pria yang bakar diri di depan Istana Merdeka, Jakarta, masih berjuang melewati masa kritis di RSCM. Air mata Sondang jatuh membasahi pipinya saat keluarga dan temannya mendoakan kesembuhannya.

"Kondisinya masih kritis," kata Staf Divisi Advokasi Kontras, Chrisbiantoro, kepada detikcom, Sabtu (10/12/2011).

Keluarga maupun teman-teman Sondang terus memonitor perkembangan kondisi kesehatan mahasiswa Universitas Bung Karno tersebut. "Doakan saja agar bisa melewati masa kritis," ujar Chrisbiantoro.

Menurut dia, Sondang menangis saat keluarga dan teman-temannya mendoakannya.

"Dia non muslim. Waktu itu, kakak dan teman-temannya membacakan doa dan menyanyikan lagu-lagu Gereja. Dia memberikan respons dengan mengeluarkan air mata dari kedua matanya. Benar-benar menangis," cerita Chrisbiantoro.

Dikatakan dia, keluarga masih menunggu hasil tes DNA yang bakal keluar seminggu lagi. Namun demikian, keluarga yakin pria yang nekad bakar diri tersebut Sondang. Orang tua Sondang bahkan masih shock.

"Dari sepatu yang dipakai, itu dibelikan kakaknya. Alis, struktur gigi, keluarga yakin itu Sondang. Wajahnya pun meski sudah terbakar, saya juga yakin 80 persen itu Sondang," kata dia.

Sondang bakar diri di depan Istana pada Rabu 7 Desember 2011. Ia mengalami luka bakar 98 persen dan harapan hidupnya tipis.

(aan/gah)

Aturan Baru Naik TransJ: Perempuan di Depan, Laki-laki di Belakang


Sabtu, 10/12/2011 05:25 WIB 



Elvan Dany Sutrisno - detikNews


foto: detikcom Jakarta - Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta memberlakukan aturan baru bagi penumpang bus TransJ. Penumpang perempuan diminta duduk di bagian depan pintu utama, sementara penumpang laki-laki dipersilakan ke belakang. Kenapa?

"Kami imbau kepada petugas kami agar pada saat situasi memungkinkan untuk meminta penumpang perempuan menempati posisi depan dan penumpang laki-laki di belakang. Tujuannya untuk menghindari agar tidak terjadi pelecehan seksual," ujar Kepala BLU TransJakarta Muhammad Akbar kepada detikcom, Sabtu (10/12/2011).

Lalu bagaimana dengan suami-istri, ibu-anak, atau satu keluarga yang bepergian bersama? Jangan khawatir, anda tidak dilarang duduk di belakang.

"Jadi persisnya kami mendefinisikan area di depan itu untuk perempuan sedang di belakang itu bebas. Jadi bebas di situ kalau yang membawa keluarga. Seperti ada gerbong khusus perempuan di KRL, tapi ada juga gerbong umum, jadi tidak ada diskriminasi gender,"tuturnya.

Langkah ini dilakukan TransJ untuk mengurangi angka pelecehan seksual di bus TransJ. Memang berbagai upaya dilakukan pihak TransJ untuk memperbaiki pelayanan untuk kenyamanan pelanggan.

"Di setiap pintu kita menempatkan petugas, ada tiga kamera di dalam bis, dan untuk semua bis baru dilengkapi kamera dan penyimpan data yang bisa menyimpan rekaman selama sebulan penuh,"tandasnya.

(van/van)

Thursday, December 8, 2011

Overdosis Koyo, Jantung Nenek Berhenti Berdetak Saat Mandi Air Panas


Jumat, 09/12/2011 07:02 WIB 




Merry Wahyuningsih - detikHealth
ilustrasi (Foto: thinkstock)
Leicestershire, Seorang nenek meninggal beberapa saat setelah mandi air hangat (hot bath). Bukan karena kepanasan, tapi si nenek meninggal karena overdosis koyo obat penghilang rasa sakit yang dipicu oleh air panas saat mandi.

Barbara Reynolds (67 tahun) sedang menggunakan obat penghilang rasa nyeri kronis yang dideritanya sejak tahun 2002, pada saat mandi air hangat dirumahnya di Leicestershire. Panas pada air ternyata mempercepat pelepasan obat penghilang rasa sakit.

Si nenek menggunakan patch Fentanil (berbentuk koyo) untuk nyeri kronis yang dideritanya sejak tahun 2002. Namun 'gelombang' dari obat masuk lebih banyak ke tubuhnya, yang membuat jantungnya berhenti berdetak.

Menurut Pengadilan Loughborough, nenek Barbara biasanya hanya memakai satu patch di lengannya, yang merilis 100 mcg dari obat setiap jam. Namun pada pagi hari kematiannya, si nenek menggunakan patch baru tanpa melepaskan yang lama.

Pada hari itu, nenek Barbara juga dilaporkan merasa bingung karena efek obat anti-depresan Amitriptyline, yang juga digunakannya dalam bentuk patch (koyo).

"Saya membawanya ke kamar mandi seperti biasa, sebelum membuatnya minum dan mengajak anjing kami berjalan-jalan. Setelah satu jam berjalan-jalan, saya kembali dan air kamar mandi masih terdengar menyala. Dia sengaja terus menyalakan air agar airnya terasa panas. Saya naik ke atas dan dia sudah meninggal di bak mandi," jelas suaminya Charles Reynolds (72 tahun), seperti dilansir Dailymail, Jumat (8/12/2011).

Sebenarnya, US Federal Drug Administration dan UK Medicines and Healthcare products Regulations Authority (MHRA) telah melarang menggunakan koyo obat pada saat mandi.

"Dia mungkin membacanya saat pertama memakai, tetapi Anda tidak akan membacanya setiap kali jika Anda telah menggunakannya untuk waktu yang lama dan beberapa perintah sulit dipahami untuk orang awam," jelas Charles Reynolds saat pemeriksaan.

Menurut Dr Tim Johnson, konsultan dalam manajemen nyeri, berbaring di dalam bak air panas dapat menyebabkan gelombang Fentanil masuk ke dalam tubuh lebih banyak dan menyebabkan nenek terbius (anaesthetise).

"Masalah sebenarnya adalah bahwa Barbara Reynolds mungkin tidak mengerti apa yang ia lakukan. Jika dia tidak membaca leaflet informasi, dia tidak mungkin menyadari bahaya," tutup Dr Tim Johnson.

Fentanyl adalah obat penghilang rasa sakit yang kuat, mirip dengan morfin, dan dilepaskan perlahan-lahan ke dalam aliran darah melalui sebuah patch lengket.

Tapi NHS memperingatkan ada hal-hal yang sangat penting untuk diperhatikan pasien, yaitu:
  1. Tidak boleh digunakan dengan patch tambahan (jika ingin mengganti patch, patch lama harus dilepas).
  2. Tidak membiarkan orang lain menggunakan patch Anda.
  3. Tidak memotong atau membagi patch.
  4. Tidak untuk digunakan segera setelah mandi atau shower (memungkinkan kulit untuk mendingin dulu).
  5. Tidak boleh mengaplikasikan panas pada daerah yang dipasangi patch, misalnya botol air panas.

(mer/ir)

Wednesday, December 7, 2011

Pramono: Bakar Diri Jangan Jadi Tren Baru, Pemerintah Harus Respons!


Didi Syafirdi – detikNews




Jakarta - Pria yang nekat bakar diri di depan Istana Merdeka dinilai ingin menyampaikan suatu pesan. Pemerintah harus meresponsnya dan kejadian ini diharap tidak ditiru oleh siapa pun.

"Kalau saya lihat, kasus ini ada message yang ingin disampaikan. Tetapi tidak tahu message-nya apa. Kalau message-nya kecewa, galau, patah hati itu lain. Tetapi kalau message-nya politik, ini hal yang harus ditanggapi pemerintah, terutama dalam hal ini di depan Istana kejadiaannya," papar Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/12/2011).

Menurut dia, pemerintah harus merespons apa yang ingin disampaikan si pria malang tersebut. "Jangan sampai ini jadi tren baru dan diikuti orang lain," imbau Pramono.

Politikus PDIP ini mengatakan kejadian tersebut sebaiknya dijadikan perhatian dan pemikiran bersama. "Kalau dilihat dari beberapa persoalan, katakanlah keputusan masyarakat membakar diri, ada kasus pembunuhan Raafi dan sebagainya menurut saya, ini ada sesuatu yang perlu menjadi pemikiran bersama," kata pria berkaca mata itu.

"Kalau dalam sistem pertumbuhan pembangunan yang kita lakukan ternyata membawa dampak sosial. Saya mengangap seseorang yang membakar diri di depan Istana ingin menarik perhatian publik dan masyarakat," lanjut Pramono.

Seorang pria membakar diri di Istana pada Rabu 7 Desember 2011 sekitar pukul 17.30 WIB. Pria itu mengalami luka bakar dan masih dirawat di RSCM.

(aan/vit)