PORTSMOUTH FC
Berdiri: 1898
Alamat: Fratton Park, Frogmore Rd, Southsea PO4 8RA England
Telepon: 023.9273.1204
Faksimile: 023.9273.4129
Surat Elektronik: info@pompeyfc.co.uk
Laman Resmi: http://www.pompeyfc.premiumtv.co.uk
Stadion: Fratton Park
Sejarah Singkat
Kebun rumah menjadi tempat awal berdirinya Portsmouth Football Club pada 5 April 1898. Setahun kemudian, Portsmouth bergabung ke Liga Selatan dan mengawali persaingan dengan klub tetangga, Southampton. Musim pertama dilalui dengan baik oleh Portsmouth dan menempatkan mereka sebagai runer-up liga berkat 20 kemenangan dalam 28 pertandingan. Setelah melalui jenjang divisi setahap demi setahap, Portsmouth akhirnya mencicipi top tier musim 1927/28. Di Piala FA, pada kesempatan ketiga berlaga di final, Portsmouth akhirnya sukses meraih gelar juara dengan mengalahkan Wolverhampton Wanderers, 4-1.
Pasca-Perang Dunia II, Portsmouth sukses menjuarai Divisi Satu dua musim berturut-turut, 1949 dan 1950. Pompey pun menjadi satu di antara lima tim Inggris yang mampu mempertahankan gelar juara liga setelah jeda kompetisi saat perang berkecamuk. Namun, pada akhir dasawarsa 1950-an, penampilan Portsmouth menurun, bahkan mereka harus menerima kenyataan terhempas ke Divisi Tiga pada 1961.
Baru pada 1986/87 Portsmouth kembali berlaga di kasta tertinggi kompetisi sepakbola Inggris. Namun, masalah finansial mendera Portsmouth sehingga mereka pun tak mampu menyelamatkan diri dari degradasi akhir musim. Pertengahan 1990-an, Terry Venables pernah mengambil alih kursi kepresidenan klub dengan membeli kepemilikan seharga £1. Prestasi sedikit membaik karena Portsmouth nyaris lolos ke Liga Primer musim 1996/97. Tapi, kesulitan finansial belum berhenti dan akhirnya Milan Mandaric menyelamatkan klub, Mei 1999. Investasi yang dilakukan pengusaha asal Serbia itu mampu mengangkat penampilan tim, terutama setelah Harry Redknapp dipercaya menjadi manajer pada 2002. Pada perkembangan selanjutnya, kepemilikan klub beralih lagi ke Alexandre Gaydamak dan kini Sulaiman al-Fahim, pengusaha asal Uni Emirat Arab, menjadi pemilik baru Portsmouth.
Posisi Akhir Musim 2008/09: Ke-14
Market Value: €71.900.000
Tahun Pertama Masuk Divisi Teratas: 1927/28
Jumlah Musim Di Divisi Teratas: 33
Nama Stadion: Fratton Park (20.668 penonton)
Tiga Pemain Bintang:
Niko Kranjcar
Salah satu pemain berbakat asal Kroasia yang pandai mengatur serangan. Portsmouth adalah klub pertamanya di luar Kroasia dam Kranjcar sudah tampil 79 kali selama tiga musim bergabung di Fratton Park. Portsmouth mengandalkan Kranjcar dari sektor kiri serangan tim dan sang pemain menjawabnya dengan penampilan yang terus konsisten. Beberapa klub top menginginkannya, tapi Kranjcar memilih tetap bertahan. Syaratnya, Portsmouth tidak terdegradasi. Tentu, sang pemain sendiri harus mencegah agar jangan sampai kemungkinan terburuk itu terjadi.
Papa Bouba Diop
Sejak memperkuat Senegal pada Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan, Bouba Diop mulai dikenal pecinta sepakbola dunia. Terutama karena sang pemain mencetak gol perdana sekaligus gol kemenangan Senegal atas juara bertahan Prancis pada partai pembuka. Perkenalan Bouba Diop dengan sepakbola Inggris diawali dari Fulham. Postur tubuhnya yang setinggi 1,93 meter begitu mudah dikenal, sehingga fans menjulukinya "Si Lemari". Gelandang bertenaga berusia 31 tahun ini pindah ke Portsmouth awal musim 2007/08 dan penampilan tanpa komprominya pun banyak disukai fans Pompey.
Anthony vanden Borre
Salah satu transfer kejutan musim ini. Terutama karena Vanden Borre memilih Portsmouth sebagai tujuan peminjaman dari klub asalnya, Genoa. Seharusnya Vanden Borre disipakan mengisi posisi Thiago Motta, yang pindah ke Inter Milan. Tetapi, rupanya Genoa memilih meminjamkan gelandang serbabisa ini ke Inggris. Vanden Borre bisa dimainkan di posisi bek atau gelandang kanan sama baiknya dengan posisi di sentral lapangan. Beruntunglah fans Liga Primer, karena mungkin saja Inggris menjadi negara keberuntungan bagi pemain berusia 21 tahun ini.
Prakiraan Susunan Pemain:
(4-4-2) David James; Nadir Belhadj, Steve Finnan, Hermann Hreidarsson, Sylvain Distin; Aaron Mokoena, Papa Bouba Diop, Anthony vanden Borre, Niko Kranjcar; John Utaka, Frederic Piquionne.
Pemain Lainnya:
Jamie Ashdown (k), Antti Niemi (k), Younes Kaboul (b), Linvoy Primus (b), Marc Wilson (b), Hayden Mullins (m), Angelos Basinas (m), Richard Hughes (m), Nwankwo Kanu (s), David Nugent (s).
Nama Pelatih:
Paul Hart
Kegiatan Transfer: (hingga 17 Agustus 2009)
Masuk:Aaron Mokoena (dari Blackburn Rovers), Steve Finnan (Espanyol), Antti Niemi (-), Anthony vanden Borre (Fiorentina), Frederic Piquionne (Olympique Lyon).
Keluar: Arnold Mvuemba (FC Lorient), Noe Pamarot (-), Glen Little (Sheffield United), Djimi Traore (AS Monaco), Jerome Thomas (West Bromwich Albion), Lauren Bisan (-), Sean Davis (Bolton Wanderers), Glen Johnson (Liverpool), Peter Crouch (Tottenham Hotspur), Martin Cranie (Coventry City), Sol Campbell (-), Callum Reynolds (Luton Town), Theofanis Gekas (Bayer Leverkusen).
Jadwal Tim: Klik di sini
Prediksi Musim 2009/10:
Masih aman dari jeratan degradasi. Tapi, tidak cukup bersaing dengan tim-tim lain di zona Liga Europa. Memang banyak pemain ternama yang didatangkan selama bursa transfer musim panas, tapi Paul Hart juga kehilangan banyak pemain kunci seperti Sean Davis, Peter Crouch, dan Glen Johnson.
Showing posts with label Sejarah Klub Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Klub Olahraga. Show all posts
Monday, February 27, 2012
Monday, January 23, 2012
SEJARAH PERSIB BANDUNG
Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Indische Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.
Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (Persebaya), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetbal Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.
Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “ kelas dua “. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan di pinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat kota, UNI dan SIDOLIG.
Persib memenangkan “ perang dingin “ dan menjadi perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNU dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepakbolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga diseluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.
Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar diberbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit- prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.
Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.
Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950- an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah- pindah sekretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R.Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.
Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.
Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.
Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.
Sebagai tim yang dikenal tangguh, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nuralim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.
SEJARAH PERSIWA WAMENA
Persatuan Sepak Bola Indonesia Wamena ( disingkat: PERSIWA ) adalah sebuah klub sepak bola profesional Indonesia yang bermarkas di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Tim yang dijuluki "Badai Pegunungan" ini memulai debutnya di Liga Utama Indonesia pada Liga Djarum VI, dengan warna kostum hitam hijau. Tim ini berada di Divisi Utama Liga Indonesia sejak musim kompetisi tahun 2006.
Saat ini, tim berjuluk Badai Pegunungan adalah salah satu kontestan Indonesia Super League ( ISL ) 2009/10, kompetisi sepakbola paling akbar di Indonesia.
Meski sudah cukup lama berdiri, kiprah tim ini di kancah sepakbola nasional tidak begitu menonjol. Hal itu karena tim tersebut selama ini berada di bawah bayang-bayang Persipura Jayapura, tim ibu kota provinsi Papua, akibatnya, Persiwa Wamena nyaris tak pernah terdengar. Hingga akhirnya pada musim kompetisi 2004 sukses menembus divisi utama Liga Indonesia.
Hebatnya, meski Wamena hanyalah sebuah kota kecil di Papua dengan pendapatan per-kapita masyarakatnya yang terbilang minim dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Tapi hal tersebut tak membuat persepakbolaan di kabupaten yang letaknya 3.500 meter di atas permukaan laut itu terus tenggelam, menyusul sukses mereka naik di level atas kompetisi sepakbola nasional.
Sejak itu, Persiwa Wamena terus menancapkan tajinya. Terlebih karena Stadion Pendidikan yang merupakan kandang mereka disebut sebagai La Paz-nya Indonesia. Sebab nyaris jarang ada tim di tanah air yang mampu meraih kemenangan di kandang mereka itu. Udara tipis di Wamena rupanya membuat tim-tim papan atas Indonesia selalu pulang dengan tangan hampa.
Nama lengkap : Persatuan Sepak bola Indonesia Wamena
Julukan : Badai Pegunungan Tengah
Didirikan : 1972
Nama Stadion : Stadion Pendidikan Wamena
Telepon : (0969) 33096
Ketua Umum : Drs. Chris Wopari, MM
Sekretaris : Benyamin Arisoi, SE, M.Si
Bendahara : Sri Mulyani
Manajer : Jhon R.Banua
Saat ini, tim berjuluk Badai Pegunungan adalah salah satu kontestan Indonesia Super League ( ISL ) 2009/10, kompetisi sepakbola paling akbar di Indonesia.
Meski sudah cukup lama berdiri, kiprah tim ini di kancah sepakbola nasional tidak begitu menonjol. Hal itu karena tim tersebut selama ini berada di bawah bayang-bayang Persipura Jayapura, tim ibu kota provinsi Papua, akibatnya, Persiwa Wamena nyaris tak pernah terdengar. Hingga akhirnya pada musim kompetisi 2004 sukses menembus divisi utama Liga Indonesia.
Hebatnya, meski Wamena hanyalah sebuah kota kecil di Papua dengan pendapatan per-kapita masyarakatnya yang terbilang minim dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Tapi hal tersebut tak membuat persepakbolaan di kabupaten yang letaknya 3.500 meter di atas permukaan laut itu terus tenggelam, menyusul sukses mereka naik di level atas kompetisi sepakbola nasional.
Sejak itu, Persiwa Wamena terus menancapkan tajinya. Terlebih karena Stadion Pendidikan yang merupakan kandang mereka disebut sebagai La Paz-nya Indonesia. Sebab nyaris jarang ada tim di tanah air yang mampu meraih kemenangan di kandang mereka itu. Udara tipis di Wamena rupanya membuat tim-tim papan atas Indonesia selalu pulang dengan tangan hampa.
Nama lengkap : Persatuan Sepak bola Indonesia Wamena
Julukan : Badai Pegunungan Tengah
Didirikan : 1972
Nama Stadion : Stadion Pendidikan Wamena
Telepon : (0969) 33096
Ketua Umum : Drs. Chris Wopari, MM
Sekretaris : Benyamin Arisoi, SE, M.Si
Bendahara : Sri Mulyani
Manajer : Jhon R.Banua
SEJARAH KLUB AREMA INDONESIA
Sejarah
Persatuan sepakbola Arek Malang atau lebih dikenal dengan sebutan Arema Malang adalah sebuah klub profesional yang berkedudukan di Kota Malang, Jawa Timur. Tim berjuluk Singo Edan saat ini adalah salah satu kontestan Superliga 2008/09, kompetisi sepakbola paling bergengsi di tanah air.
Semula tim yang lahir pada 11 Agustus 1987 atas dasar prakarsa Acub Zaenal, pencetus lahirnya klub Galatama, ini bernama Aremada. Yakni gabungan klub lokal Malang Armada 86 dan Arema. Namun nama itu tidak bisa langgeng. Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema 86. . Upaya untuk mempertahankan klub Galatama Arema 86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena kesulitan dana.
Dari sinilah, Acub Zaenal bersama putranya Lucky, lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema 86 agar bisa tetap survive.
Nama Arema 86 pun diubah menjadi Arema dan ditetapkan berdirinya pada 11 Agustus 1987 sesuai akte notaris Pramu Haryono SH No 58. Sejak saat itu, Arema mulai menggelar persiapan layaknya sebuah tim profesional. Baik itu menyangkut skuad timnya maupun fasilitas bagi semua pemain dan ofisialnya.
Prestasi klub Arema dikancah sepakbola nasional terbilang pasang surut. Hal itu karena tergantung pembiayaan klub yang menjadi kendala utama. Maklum saja karena bukan klub "Plat Merah" sehingga tidak mendapatkan kucuran dana APBD. Meski demikian, mahkota juara Galatama pernah mereka rebut pada musim kompetisi 1992.
Sejak mengikuti Liga Indonesia, gabungan klub dari Perserikatan dan Galatama, Arema tercatat pernah tiga kali masuk putaran kedua atau babak delapan besar. Namun kendala finansial terus saja menghimpit perjalanan klub ini, hingga akhirnya diakuisisi kepemilikannya oleh PT Bentoel Internasional Tbk pada pertengahan musim kompetisi 2003.
Akibat krisis keuangan itu pun membuat Arema turun kasta di divisi satu. Tapi dengan kekuatan finansial baru, Arema hanya satu musim berada di divisi satu dan kembali promosi dengan status sebagai juara. Sejak saat itu prestasi Arema cenderung stabil hingga menembus Superliga, kompetisi kasta tertinggi di tanah air yang baru pertama kali digulirkan musim ini.
Berdiri: 1987
Alamat: Jl. Panderman No.2A Indonesia
Telpon: +62 (0) 341 551462 / 586047
Susunan pengurus Yayasan Arema
Pembina: Darjoto Setiawan
Pengawas: Bambang Winarno
Ketua: Muhammad Nur
PT Arema Indonesia
Presiden komisaris: Satrija Budi Wibawa
Komisaris: Dewanti Rumpoko, Edi Antoro, Raja Oktohari Oesman
Direksi: Gunadi Handoko
Media Officer: Topan
Susunan Official Tim Senior Arema
Manajer: Rendra Kresna
Asisten Manajer: Muhammad Taufan
Ketua panpel: Muhammad Muklis
Stadion: Kanjuruhan
Prestasi
Galatama
Juara: 1992/93
Liga Indonesia
1994/95: Peringkat ke-6 Divisi Utama Wilayah Timur
1995/96: Peringkat ke-12 Divisi Utama Wilayah Timur
1996/97: Peringkat ke-3 Divisi Utama Wilayah Barat
1997/98: Kompetisi dihentikan
1998/99: Peringkat ke-3 Divisi Utama Wilayah Tengah
1999/00: Babak Delapan Besar Divisi Utama
2001: Babak Delapan Besar Divisi Utama
2002: Babak Delapan Besar Divisi Utama
2003: Peringkat ke- 17 Divisi Utama (Degradasi ke Divisi I)
2004: Juara Divisi I (Promosi ke Divisi Utama)
2005: Babak Delapan Besar Divisi Utama
2006: Babak Delapan Besar Divisi Utama
2007: Babak Delapan Besar Divisi Utama (Lolos Superliga)
Copa Indonesia
Juara: 2005, 2006
Persatuan sepakbola Arek Malang atau lebih dikenal dengan sebutan Arema Malang adalah sebuah klub profesional yang berkedudukan di Kota Malang, Jawa Timur. Tim berjuluk Singo Edan saat ini adalah salah satu kontestan Superliga 2008/09, kompetisi sepakbola paling bergengsi di tanah air.
Semula tim yang lahir pada 11 Agustus 1987 atas dasar prakarsa Acub Zaenal, pencetus lahirnya klub Galatama, ini bernama Aremada. Yakni gabungan klub lokal Malang Armada 86 dan Arema. Namun nama itu tidak bisa langgeng. Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema 86. . Upaya untuk mempertahankan klub Galatama Arema 86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena kesulitan dana.
Dari sinilah, Acub Zaenal bersama putranya Lucky, lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema 86 agar bisa tetap survive.
Nama Arema 86 pun diubah menjadi Arema dan ditetapkan berdirinya pada 11 Agustus 1987 sesuai akte notaris Pramu Haryono SH No 58. Sejak saat itu, Arema mulai menggelar persiapan layaknya sebuah tim profesional. Baik itu menyangkut skuad timnya maupun fasilitas bagi semua pemain dan ofisialnya.
Prestasi klub Arema dikancah sepakbola nasional terbilang pasang surut. Hal itu karena tergantung pembiayaan klub yang menjadi kendala utama. Maklum saja karena bukan klub "Plat Merah" sehingga tidak mendapatkan kucuran dana APBD. Meski demikian, mahkota juara Galatama pernah mereka rebut pada musim kompetisi 1992.
Sejak mengikuti Liga Indonesia, gabungan klub dari Perserikatan dan Galatama, Arema tercatat pernah tiga kali masuk putaran kedua atau babak delapan besar. Namun kendala finansial terus saja menghimpit perjalanan klub ini, hingga akhirnya diakuisisi kepemilikannya oleh PT Bentoel Internasional Tbk pada pertengahan musim kompetisi 2003.
Akibat krisis keuangan itu pun membuat Arema turun kasta di divisi satu. Tapi dengan kekuatan finansial baru, Arema hanya satu musim berada di divisi satu dan kembali promosi dengan status sebagai juara. Sejak saat itu prestasi Arema cenderung stabil hingga menembus Superliga, kompetisi kasta tertinggi di tanah air yang baru pertama kali digulirkan musim ini.
Berdiri: 1987
Alamat: Jl. Panderman No.2A Indonesia
Telpon: +62 (0) 341 551462 / 586047
Susunan pengurus Yayasan Arema
Pembina: Darjoto Setiawan
Pengawas: Bambang Winarno
Ketua: Muhammad Nur
PT Arema Indonesia
Presiden komisaris: Satrija Budi Wibawa
Komisaris: Dewanti Rumpoko, Edi Antoro, Raja Oktohari Oesman
Direksi: Gunadi Handoko
Media Officer: Topan
Susunan Official Tim Senior Arema
Manajer: Rendra Kresna
Asisten Manajer: Muhammad Taufan
Ketua panpel: Muhammad Muklis
Stadion: Kanjuruhan
Prestasi
Galatama
Juara: 1992/93
Liga Indonesia
1994/95: Peringkat ke-6 Divisi Utama Wilayah Timur
1995/96: Peringkat ke-12 Divisi Utama Wilayah Timur
1996/97: Peringkat ke-3 Divisi Utama Wilayah Barat
1997/98: Kompetisi dihentikan
1998/99: Peringkat ke-3 Divisi Utama Wilayah Tengah
1999/00: Babak Delapan Besar Divisi Utama
2001: Babak Delapan Besar Divisi Utama
2002: Babak Delapan Besar Divisi Utama
2003: Peringkat ke- 17 Divisi Utama (Degradasi ke Divisi I)
2004: Juara Divisi I (Promosi ke Divisi Utama)
2005: Babak Delapan Besar Divisi Utama
2006: Babak Delapan Besar Divisi Utama
2007: Babak Delapan Besar Divisi Utama (Lolos Superliga)
Copa Indonesia
Juara: 2005, 2006
SEJARAH BOLTON WANDERES FC
Bolton Wonderers
Bolton Wonderers adalah salah satu klub terbaik di Liga Inggris. Walaupu prestasinya tidak baik seperti klub-klub lain, tapi Bolton memeiliki sejatah dan perkembangan sepak bola yang begitu unik dan menarik. Klub yang bermarkas di Reebook stadium yang berkapasitas 28.723 penonton. Seragam mereka berwarna putih-biru, sehingga mereka dijuluki The Trotters. Berikut ini adalah perkembangan sepakbola Bolton Wonderers.Bolton Wonderers Awal Berdiri s/d 1990an
Bolton Wanderers dibentuk oleh John Farral Wright pada tahun 1874, awalnya mempunyai nama Christ Church FC. Nama Bolton Wanderers sendiri mulai dipakai pada tahun 1877. Bolton adalah salah satu dari 12 pendiri Football League, yang dibentuk tahun 1888.Tahun 1894 Bolton mencapai final piala FA untuk pertama kalinya, namun di final yang diadakan di Goodison Park tersebut mereka dihantam Notts County 4-1. Perlu waktu satu dekade lagi bagi Bolton untuk bisa mencapai final piala FAnya yang kedua (1904), kali ini pun mereka gagal lagi setelah dikandaskan rival lokalnya, Manchester City 0-1.
1923 FA CupBaru pada tanggal 28 April 1923, atau 19 tahun kemudian, Bolton berhasil menjuarai piala FA untuk pertama kali dengan mengalahkan West Ham United 2-0 di Wembley. Disaksikan 127.000 penonton, final tersebut diberi judul Final Kuda Putih. Setelah kemenangan ini, Bolton seakan membuka pintu kemenangan untuk piala FA berikutnya yaitu tahun 1926 dan 1929. Mereka merajai piala FA untuk dekade tersebut.
Nat Lofthouse & FA CupDari 1935 sampai 1964, Bolton terus bertahan di divisi utama liga Inggris. Fans nya dengan bangga menyebut bahwa era di era inilah masa kejayaan Bolton. Di era inilah Bolton diperkuat oleh pemain legendarisnya, Nat Lofthouse pada sekitar tahun 1950-an. Lofthouse pulalah yang menjadi penentu kemenangan Bolton atas Manchester United di final piala FA dengan dua golnya.
Bolton Wonderers Era Keterpurukan
Setelah memenangkan Piala FA, Bolton mulai secara perlahan tenggelam dan pada puncaknya mereka benar-benar terdegradasi sampai ke divisi 4 pada tahun 1987. Inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah klub tersebut bermain di divisi 4. Uniknya pihak direktur Bolton tidak memecat pelatih Phil Neal dan kepercayaan itu dibayar oleh Neal dengan langsung promosi ke divisi 3 pada tahun pertamanya di divisi 4. Neal tetap memegang Bolton sampai tahun 1992 digantikan oleh Bruce Rioch yang langsung tancap gas lagi membawa Bolton promosi 2 kali untuk masuk ke divisi satu.
Bolton Wonderers Era 1990an
Rioch akhirnya membawa Bolton kembali ke Premiership pada tahun 1995. Sukses Rioch diamati klub besar seperti Arsenal yang langsung meminangnya setelah dia membawa Bolton promosi. Sepeninggal Rioch, Bolton menunjuk duo pelatih, Roy McFarland & Colin Todd. Inilah duo pelatih pertama Bolton dalam sejarahnya. Namun McFarland tidak bertahan lama karena dipecat pada Desember 1995 setelah Bolton hanya berada di dasar klasemen. Kali ini pihak direktur Bolton mempercayakan sepenuhnya pada Colin Todd seorang. Todd ternyata tidak mampu membawa Bolton untuk bertahan di Premiership, pada musim 96/97 tersebut Bolton kemudian kembali terdegradasi ke divisi satu. Dan Todd masih dipercaya untuk tetap memegang Bolton. Lagi-lagi karena loyalitas pihak direktur berbuah, Bolton langsung promosi ke Premiership dengan menjuarai divisi satu. Tahun 1997-1998 atau musim pertama kembalinya ke Premiership, mereka kembali terdagradasi ke divisi satu hanya karena kalah selisih gol. 1998-1999, Bolton gagal promosi karena kalah di final Play Off divisi satu oleh Watford. Kali ini Colin Todd mengundurkan diri dan digantikan oleh Sam Allardyce.Bolton Wonderers Era 2000s/d Sekarang
Kekuatan Bolton mencapai puncaknya ketika ditangani Sam Allardyce. Meski masih berkutat di papan bawah, pelan-pelan Allardyce membentuk karakter terhadap Bolton. Berturut-turut pada 2004 dan 2005, Allardyce membawa Bolton berjaya dengan menduduki posisi kedelapan dan keenam liga. Prestasi terbaik klub hingga saat ini. Sayangnya, sepeninggal Allardyce, Bolton masih belum mampu melepaskan diri sebagai tim yang lebih sering berkutat di papan bawah klasemen. Saat ini Bolton Wonderers di latih oleh Owen Coyle dan prestasinya tidak menentu.
Demikian sedikit tentang Bolton Wonderers, semoga bermanfaat bagi anda.
Demikian sedikit tentang Bolton Wonderers, semoga bermanfaat bagi anda.
(Sumber: PremierLeague.com dan http://www.bwfc.co.uk)
SEJARAH ASTON VILLA FC
Aston Villa Football Club adalah Maret 1874 anggota Palang Wesley Chapel Villa, sekarang bagian yang didirikan oleh Handsworth di Birmingham. Keempat pendiri dari Aston Villa, Jack Hughes, Frederick Matthews, Walter dan William Harga Scattergood. Pembuka Aston Villa adalah tim rugby lokal melawan Aston St Mary Brook. Karena keadaan permainan bahwa Villa telah setuju ke sisi untuk bermain untuk pertama kalinya sejak aturan untuk rugby, dan setengah lainnya sesuai dengan aturan football.Villa cepat menjadi salah satu tim terbaik di Midwest dan memenangkan pertamanya judul di Birmingham Senior Piala pada tahun 1880, Kapten George Ramsay Scot. Foto cokelat menyembunyikan dengan struktur usia besar basis di antara pepohonan. Di latar depan sebuah layar besar dikelilingi dengan lima trofi. Pada kedua sisi layar adalah 8 orang. fun88
Aston Villa tim 1890. Klub ini memenangkan Piala FA pertama mereka pada tahun 1887, kapten Archie Hunter sebagai salah satu nama terbesar di rumah. Aston Villa adalah salah satu dari dua belas tim yang berpartisipasi dalam liga sepak bola pertama di 1888, salah satu klub terkemuka adalah William McGregor, pendiri liga. Aston Villa dan merupakan klub paling sukses di Inggris adalah era Victoria, memenangkan lima gelar liga dan tiga Piala FA, pemerintahan Ratu Victoria.In 1897, Villa menang dua kali ditunda. Bahkan, ia menemukan bagian bawah Aston [15] Para pendukung nama "Villa Park". tidak ada pernyataan resmi terdaftar tanah di Villa Park Aston Villa memenangkan Piala FA keenam mereka di tahun 1920, tak lama setelah klub penurunan lambat yang mengarah ke Villa, dan salah satu klub paling terkenal dan sukses di sepak bola, di zona degradasi untuk pertama waktu dimulai pada 1936 ketika divisi kedua. Ini adalah terutama menyedihkan pendaftaran defensif. Ditambahkan 110 game 42 gol, tujuh di antaranya Arsenal Ted Drake 1% kekalahan terkenal di Villa Park Seperti semua klub Inggris hilang, Villa tujuh musim di Perang Dunia Kedua, konflik menyebabkan beberapa awal karir. Tim ini dibangun kembali di bawah mantan pemain Alex Massie untuk akhir tahun 1940. Aston Villa, hadiah pertama dalam 37 tahun adalah musim 1956 jika lain mantan pemain Villa, Eric Houghton membawa klub ke rekor kemenangan ketujuh Piala pemain 'Busby Babes' dari Manchester United di tim final.The berjuang di liga, namun menjatuhkan dua tahun kemudian, terutama karena puas. Tapi kepemimpinan manajer Joe Mercer, Villa kembali ke Divisi Champions elit pada tahun 1960. Menang di musim berikut untuk tim pertama Aston Villa di Piala Liga. Mercer terpaksa keberangkatan di tahun 1964, campuran kuat waktu. Klub paling sukses di Inggris fun88 tidak langkah dalam permainan modern yang diselenggarakan dengan Villa untuk ketiga kalinya oleh Dick Taylor pada tahun 1967, telah jatuh. Musim berikutnya para fans berpaling ke Villa pengunduran diri pemerintah selesai divisi 16 dan kedua. Bila memasang hutang dan tenggelam Villa untuk bagian bawah Divisi Dua dipecat di papan Cummings (manajer dipekerjakan untuk menggantikan Taylor), dan dalam beberapa minggu seluruh dewan mengundurkan diri di bawah tekanan luar biasa dari fans. Setelah banyak spekulasi, membeli klub kontrol pasar keuangan di London, Pat Matthews, yang juga membawa Ketua Doug Ellis. Namun, pemilik baru tidak dapat mencegah degradasi Villa ke divisi ketiga untuk pertama kalinya pada akhir musim 1969. Namun, kota mulai pulih secara bertahap di bawah pimpinan mantan kapten tim, Vic Crowe dalam musim 1971, ia kembali ke Divisi II Liga Champions dengan rekor 70 poin. Pada tahun 1974 Ron Saunders telah ditunjuk sebagai manajer. Manajemen merek dagang mabuk-Nya efektif, dan klub memenangkan Piala Liga musim depan dan akhir, periode 1974-1975 yang liga top di Eropa. Di latar depan dua orang berada dalam mangkuk besar, syal coklat dan merah medali di lehernya. Beberapa dari mereka adalah pemain dari sepuluh pakaian Medali tahun dan syal Tim memenangkan Piala Eropa pada tahun 1982 merayakan 25th Anniversary nya kemenangannya. Villa kembali ke Saunders elit untuk menciptakan bahkan tim pemenang. Ini ketujuh dengan kejuaraan di tingkat tertinggi tahun 1980 keluar. Untuk yang mengejutkan komentator dan fans, Saunders tetes terakhir pertengahan 1981 setelah musim kepada Presiden, Villa-perempat dari Liga Champions. Dia menyukai suaranya, Tony Barton, yang menggantikan klub hingga 1% u20130 Juventus akhir Piala Eropa di Rotterdam, yang dipimpin oleh gol Peter Withe dari laba. Musim berikutnya, Villa dimahkotai juara Piala super dikalahkan di final di Barcelona. Ini berarti bahwa KTT, di mana Villa dan nasib dari sebagian besar dekade, pada tahun 1980 menurun, yang menyebabkan runtuhnya 1987.This diikuti oleh promosi tahun berikut di bawah Graham Taylor dan peran musim 1989 Divisi Pertama pelari Villa adalah anggota pendiri dari Premier League pada tahun 1992 dan berakhir di tempat kedua Manchester United musim pertama. Akhir abad, namun, pergi melalui tiga direksi Villa yang berbeda dan posisi mereka itu tidak sesuai, di liga, tapi menang Piala Liga dua dan Piala UEFA, karakter biasa. Villa mencapai final Piala FA pada tahun 2000, namun kehilangan 1% Chelsea di pertandingan terakhir yang dimainkan di Stadion Wembley lama. Posisi ulang Villa akan bervariasi dari pemimpin liga, dan pada musim panas tahun 2006, puncaknya saat David O'Leary meninggalkan kepahitan. Setelah 23 tahun, presiden dan pemegang saham mayoritas (38%), Ellis akhirnya memutuskan untuk menjual sahamnya ke Aston Villa, karena alasan kesehatan. Setelah banyak spekulasi bahwa klub telah membeli seorang pengusaha AS Randy Lerner, pemilik seri NFL Cleveland Browns. adalah pemilik baru dan manajer Martin O'Neill adalah awal dari sebuah periode baru optimisme di Villa Park dan perubahan radikal dalam label belakang klub, promotor, dan perubahan baru dalam tim yang diambil pada musim panas 2007. Lerner pertama Piala pada tahun 2010 ketika ia dipukuli di vila dari 2% di final liga. kehilangan Villa untuk kali kedua selama perjalanan dari Wembley FA 3% Chelsea semifinal Piala. hanya lima hari sebelum periode pembukaan tahun 2010 O'Neill, manajer segera mengundurkan diri. Cadangan-manajer tim Kevin MacDonald mengatakan Grard Houllier sebelum klub ditunjuk konduktor utama pada bulan September 2010.
SEJARAH EVERTON FC
Everton adalah salah satu klub terbaik di Liga Inggris. Klub yang bermarkas di Goodison Park ini adalah Rival Abadi Liverpool FC. Everton yang juga dijuluki The Toffe ini merupakan salah satu klub pendiri Liga Inggris. Everton memiliki banyak prestasi di Liga Inggris dan memiliki banyak rekor. Berikut ini adalah Perjalanan Everton FC.
Everton Di Awal Era Kejayaan
Everton adalah merupakan salah satu klub pendiri Football League pada tahun 1888. Mereka menjuarai liga pertama kali pada musim 1890-1891, menjuarai piala FA pada musim 1905-1906 dan kemudian menjuarai lagi liga 1914-1915. Setelah itu Everton tenggelam sampai ketika mereka mentransfer Dixie Dean pada tahun 1925. Tahun 1927 mereka menjuarai kembali liga Inggris dan Dean berandil besar untuk gelar ketiga Everton tersebut dengan membuat rekor top skor liga dengan 60 gol (39 pertandingan). Rekor menghebohkan yang masih bertahan sampai sekarang.
Dua tahun kemudian Everton malah terdegradasi ke divisi 2, namun dengan cepat menjuarai divisi 2 dan promosi ke divisi satu. Di musim 'comeback' pertamanya mereka secara sensasional langsung menjuarai liga pada musim 1931-1932 tersebut, mengukuhkan gelar keempat yang pernah mereka raih. Mereka menyabet pula piala FA 1933 dengan kemenangan mutlak atas Manchester City 3-0 di final. Musim 1938-1939 mereka menjuarai lagi liga Inggris untuk yang kelima kalinya. Namun kejayaan Everton harus terhenti karena Perang Dunia II yang benar-benar melumpuhkan kompetisi dan semua kegiatan sepakbola.
Everton di Era Kejayaan
Pada saat kompetisi dimulai kembali pada tahun 1946 materi tim telah compang-camping. Everton terdegradasi pada musim 1950-1951 dan baru kembali ke divisi utama (satu) pada musim 1953-1954. Setelah itu, walaupun tidak meraih gelar, mereka selalu masuk ke papan atas liga Inggris.
Harry Catterick photoEra kejayaan kedua Everton dimulai lagi saat Harry Catterick menjadi manager pada tahun 1961. Di musimnya yang kedua, Catterick membawa Everton menjuarai liga Inggris 1962-1963. Everton juga dibawanya menjuarai piala FA tahun 1966 dan runner up tahun 1968. Pada musim 1969-1970 Everton pun menjuarai liga dengan 9 poin diatas runner up, Leeds United. Beberapa tahun kemudian Catterick pensiun namun penerusnya tidak mampu melanjutkan prestasi emasnya. Mereka tanpa gelar selama belasan tahun.
Everton di Era Pelatih Howard Kendall
Howard Kendall kemudian menjadi manager Everton pada tahun 1981. Dia memulai lagi era kejayaan Everton dan mungkin yang tersukses diantara yang lain. Everton memenangi piala FA tahun 1983-1984 dan 2 gelar juara liga, 1984-1985 dan 1986-1987. Mereka menjadi runner up liga 1985-1986, piala FA tahun 1985,1986 dan 1989 serta piala liga tahun 1984. Di Eropa, mereka juga menjuarai piala Winners tahun 1985 dengan sebuah partai hebat di semi final melawan Bayern Muenchen yang berakhir 3-1. Partai melawan Muenchen tersebut terpilih menjadi partai terbesar sepanjang sejarah Everton oleh pendukungnya.
Sayangnya kemudian terjadi tragedi Heysel yang merupakan bencana bagi sepakbola Inggris. Klub-klub Inggris dihukum tidak boleh ikut serta kompetisi Eropa selama 5 tahun. Padahal Everton dan klub Inggris lainnya sedang bagus-bagusnya dan diyakini akan merajai eropa saat itu. Kendall sendiri pindah ke klub Spanyol, Atletic Bilbao, setelah memastikan gelar liga taun 1987. Asistennya, Colin Harvey, ditugaskan meneruskan usahanya.
Everton di Era 1990an
Henry Kendall kemudian kembali ke Everton tahun 1990 namun ia tidak mampu mengulangi prestasi yang pernah dibuat sebelumnya. Sepeninggal Kendall lagi, Everton semakin tenggelam. Mike Walker yang menggantikan Kendall benar-benar tidak mampu mengangkat klub, baru setelah Joe Royle menggantikannya Everton bisa menjuarai piala FA untuk kelima kalinya dan di liga dia bisa membawa Everton selamat dari zona degradasi. Kemajuan kemudian semakin nampak ketika di musim berikutnya (1995-1996), Everton bisa duduk di posisi ke 6 liga Premier. Tetapi pada musim 1996-1997 penampilan Everton kembali labil, Royle pun akhirnya hengkang di bulan Maret setelah posisi klub berada di papan bawah liga. Dave Watson, pemain veteran dan kapten klub diberikan tugas menggantikan Royle untuk sementara. Everton selamat dari degradasi, mereka menduduki peringkat ke 15 pada akhir musim. Tahun 1997, pihak direktur kemudian mengangkat kembali Howard Kendall menjadi manager Everton untuk yang ketiga kalinya. Kali ini pun Kendall tidak mampu mengangkat bekas klubnya dan akhirnya malah hanya mampu mencapai peringkat 17, satu peringkat diatas zona degradasi. Mereka selamat pun hanya karena perbedaan selisih gol dengan Bolton yang berada di peringkat 18.
Everton di Era 2000 s/d Sekarang
Walter Smith dipilih untuk menggantikan Kendall. Smith selama 3 musim hanya berhasil membawa Everton di papan bawah liga Premier. Ketika pihak direktur akhirnya kehabisan kesabarannya dan memecat Smith pada Maret 2002, Everton sudah berada di ujung tanduk degradasi. Mereka kemudian menunjuk David Moyes, pelatih Preston North End, untuk menggantikannya. Everton mencapai peringkat 15 dan selamat dari degradasi.
Setelah musim yang suram tersebut, tahun berikutnya Moyes membawa Everton duduk di peringkat 7 liga Premier musim 2003-2004. Prestasi yang cukup mengagumkan adalah sewaktu Moyes memimpin Everton untuk duduk di peringkat ke 4 dan ikut berpartisipasi di Liga Champions.
Itulah sedikit tentang Everton FC. Everton FC masih tergolong klub terbaik liga Inggris dan Masih Mempunyai banyak fans.
(Sumber: PremierLeague.com dan http://www.evertonfc.com)
Tuesday, January 3, 2012
SEJARAH SCHALKE 04
Berdiri: 1904
Alamat: Ernst-Kuzorra-Weg 1, 45891 Gelsenkirchen Germany
Telepon: +49 (0) 209 - 36180
Faksimile: +49 (0) 209 - 3618 109
Surat Elektronik: post@schalke04.de
Laman Resmi: http://www.schalke04.de
Ketua: Clemens Tönnies
Direktur: Horst Heldt
Stadion: Veltins-Arena
Sejarah Singkat
Klub kebanggaan penambang batu bara yang berdiri pada 1904. Karena itu, Schalke 04 mendapat julukan Die Knappen, berasal dari kata kuno Jerman yang berarti penambang. Klub tersebut memang didirikan oleh anak muda yang bekerja sebagai penambang atau anak-anak para pekerja tambang.
Schalke harus menunggu selama delapan tahun untuk bisa berlaga di liga Jerman Barat tepatnya pada 1912. Mereka bisa menjadi anggota liga setelah dilakukan merger organisasi olahraga.
Fußball-Club Gelsenkirchen-Schalke 04 kembali menunggu bertahun-tahun untuk meraih titel juara. Impian itu akhirnya tercapai saat mereka memenangi liga Jerman Barat pada 1929.
Namun, setahun kemudian mereka mendapat sanksi karena memberikan gaji yang melebihi ketentuan yang ditetapkan liga. Schalke dilarang bertanding selama enam bulan. Hukuman itu tak mengurangi popularitas klub. Saat kembali untuk pertama kalinya setelah menjalani sanksi, pertandingan Schalke disaksikan oleh 70.000 penonton.
Sejak itu, Schalke menunjukkan dominasinya di liga. Mereka beberapa kali menyabet titel liga pada 1933-1942. Sebelum Perang Dunia II, Schalke sudah memenangi enam gelar.
Hanya, prestasi mereka tak lagi membanggakan setelah PD II. Mereka hanya sekali memenangi liga pada 1958. Selanjutnya, Schalke tak pernah menjadi juara meski kompetisi sudah berganti menjadi Bundesliga Jerman.
Meski jarang menuai prestasi tinggi, namun popularitas Schalke tak pernah merosot. Bahkan mereka termasuk salah satu klub sepakbola paling populer di Jerman. Schalke yang memiliki rivalitas dengan Borussia Dortmund merupakan klub olahraga yang memiliki lebih dari 84 ribu anggota. Ini menjadikan Schalke sebagai klub olahraga terbesar kedua di Jerman.
Klub kebanggaan penambang batu bara yang berdiri pada 1904. Karena itu, Schalke 04 mendapat julukan Die Knappen, berasal dari kata kuno Jerman yang berarti penambang. Klub tersebut memang didirikan oleh anak muda yang bekerja sebagai penambang atau anak-anak para pekerja tambang.
Schalke harus menunggu selama delapan tahun untuk bisa berlaga di liga Jerman Barat tepatnya pada 1912. Mereka bisa menjadi anggota liga setelah dilakukan merger organisasi olahraga.
Fußball-Club Gelsenkirchen-Schalke 04 kembali menunggu bertahun-tahun untuk meraih titel juara. Impian itu akhirnya tercapai saat mereka memenangi liga Jerman Barat pada 1929.
Namun, setahun kemudian mereka mendapat sanksi karena memberikan gaji yang melebihi ketentuan yang ditetapkan liga. Schalke dilarang bertanding selama enam bulan. Hukuman itu tak mengurangi popularitas klub. Saat kembali untuk pertama kalinya setelah menjalani sanksi, pertandingan Schalke disaksikan oleh 70.000 penonton.
Sejak itu, Schalke menunjukkan dominasinya di liga. Mereka beberapa kali menyabet titel liga pada 1933-1942. Sebelum Perang Dunia II, Schalke sudah memenangi enam gelar.
Hanya, prestasi mereka tak lagi membanggakan setelah PD II. Mereka hanya sekali memenangi liga pada 1958. Selanjutnya, Schalke tak pernah menjadi juara meski kompetisi sudah berganti menjadi Bundesliga Jerman.
Meski jarang menuai prestasi tinggi, namun popularitas Schalke tak pernah merosot. Bahkan mereka termasuk salah satu klub sepakbola paling populer di Jerman. Schalke yang memiliki rivalitas dengan Borussia Dortmund merupakan klub olahraga yang memiliki lebih dari 84 ribu anggota. Ini menjadikan Schalke sebagai klub olahraga terbesar kedua di Jerman.
SEJARAH BAYERN LEVERKUSEN
Berdiri: 1904
Alamat: Bismarckstraße 122-124, 51373 Leverkusen Germany
Laman Resmi: http://www.bayer04.de/
Stadion: BayArena
julukan : Werkself (“Skuat Pabrik”)
Bayer 04 Levekusen adalah klub sepakbola yang bermarkas di Leverkusen, Utara Thine-Westphalia. Bayer Leverkusen juga memiliki klub olahraga lain seperti atletik, senam, basket dan cabang lainnya. Pertama berdiri pada 1 Juli 1904, dengan Wilhelm Hauschild yang menjadi penggagas ide mendirikan klub olahraga dengan menyebar petisi yang ditandatangani oleh 170 rekan kerjanya untuk disampaikan kepada Friedrich Bayer and Co., tempatnya bekerja.
Karena banyak cabang olahraga berdiri di bawah naungan TSV Bayer 04 Leverkusen, kelompok sepakbola keluar dan berdiri sendiri.
Di era 40-an hingga awal 70-an, Bayer Leverkusen keluar masuk Bundesliga divisi dua sebelum akhirnya masuk ke level tertinggi sepakbola Jerman di musim 1979/80. Musim 2001/02 menjadi era keemasan Leverkusen di mana mereka berpeluang meraih tiga tropi, Bundesliga, Piala Jerman dan Liga Champions. Tragisnya, mereka gagal menggapai satu pun gelar dan harus puas duduk di posisi runner up di tiga kompetisi tersebut.
Alamat: Bismarckstraße 122-124, 51373 Leverkusen Germany
Laman Resmi: http://www.bayer04.de/
Stadion: BayArena
julukan : Werkself (“Skuat Pabrik”)
Sejarah Singkat
Bayer 04 Levekusen adalah klub sepakbola yang bermarkas di Leverkusen, Utara Thine-Westphalia. Bayer Leverkusen juga memiliki klub olahraga lain seperti atletik, senam, basket dan cabang lainnya. Pertama berdiri pada 1 Juli 1904, dengan Wilhelm Hauschild yang menjadi penggagas ide mendirikan klub olahraga dengan menyebar petisi yang ditandatangani oleh 170 rekan kerjanya untuk disampaikan kepada Friedrich Bayer and Co., tempatnya bekerja.
Karena banyak cabang olahraga berdiri di bawah naungan TSV Bayer 04 Leverkusen, kelompok sepakbola keluar dan berdiri sendiri.
Di era 40-an hingga awal 70-an, Bayer Leverkusen keluar masuk Bundesliga divisi dua sebelum akhirnya masuk ke level tertinggi sepakbola Jerman di musim 1979/80. Musim 2001/02 menjadi era keemasan Leverkusen di mana mereka berpeluang meraih tiga tropi, Bundesliga, Piala Jerman dan Liga Champions. Tragisnya, mereka gagal menggapai satu pun gelar dan harus puas duduk di posisi runner up di tiga kompetisi tersebut.
SEJARAH BAYERN MUENCHEN FC
Berdiri: 1900
Alamat: Säbener Straße 51, 81547 München Germany
Telepon: +49 (0) 89 6993 10
Faksimile: +49 (0) 89 6441 65
Surat Elektronik: info@fcbayern.de
Laman Resmi: http://www.fcbayern.de
Ketua: Uli Hoeneß
Direktur: Christian Nerlinger
Stadion: Allianz Arena
Sejarah Singkat
Bayern Muenchen sebelumnya adalah klub olahraga bernama MTV 1879. Saat klub itu melarang anggota pemain sepakbolanya bergabung dengan federasi sepakbola Jerman (DFB), 11 anggota menanggalkan status dari MTV 1879 dan membentuk FC Bayern Muenchen.
Nama itu sendiri secara harfiah sebenarnya menunjukkan asal wilayah mereka yang jika dialihbahasakan ke Inggris menjadi Bavaria Munich. Di Jerman, nama Bayern Muenchen yang dipakai, tapi publik internasional terbiasa menyebutnya dengan Bayern Munich.
Sebelum era Bundesliga, Bayern terbilang tim tangguh di kompetisi regional Jerman selatan. Sebelum Perang Dunia I pecah, Bayern menjuarai Kreisliga musim 1910-11, liga regional Bavaria pertama. Pada zaman ini, FC Nuremberg menjadi rival terberat Bayern. Antara 1920-an dan 1930-an, Nuremberg lebih sukses dengan merengkuh gelar juara lima kali pada dekade 20-an. Pertemuan keduanya disebut derby Bavaria.
Ketika Bundesliga dibentuk 1963, hanya lima tim dari Oberliga -- divisi satu wilayah selatan liga Jerman saat itu -- yang diizinkan berkompetisi. Bayern masuk kriteria karena bertengger di tiga besar klasemen akhir Oberliga. Tapi karena DFB mensyaratkan satu kota hanya dapat diwakili satu tim, Bayern harus mengalah kepada rival sekota TSV 1860 Muenchen, tim juara Oberliga saat itu.
Bayern promosi dua musim kemudian ke Bundesliga dan memulai sejarah kesuksesan mereka melalui para pemain muda, yaitu "poros" Sepp Maier, Franz Beckenbauer, dan Gerd Muller.
Kini, seperti umumnya klub lain di Eropa, Bayern juga memiliki cabang olahraga lain, seperti basket, bowling, catur, senam, bola tangan, tenis meja, wasit, hingga sepakbola senior.
Bayern Muenchen sebelumnya adalah klub olahraga bernama MTV 1879. Saat klub itu melarang anggota pemain sepakbolanya bergabung dengan federasi sepakbola Jerman (DFB), 11 anggota menanggalkan status dari MTV 1879 dan membentuk FC Bayern Muenchen.
Nama itu sendiri secara harfiah sebenarnya menunjukkan asal wilayah mereka yang jika dialihbahasakan ke Inggris menjadi Bavaria Munich. Di Jerman, nama Bayern Muenchen yang dipakai, tapi publik internasional terbiasa menyebutnya dengan Bayern Munich.
Sebelum era Bundesliga, Bayern terbilang tim tangguh di kompetisi regional Jerman selatan. Sebelum Perang Dunia I pecah, Bayern menjuarai Kreisliga musim 1910-11, liga regional Bavaria pertama. Pada zaman ini, FC Nuremberg menjadi rival terberat Bayern. Antara 1920-an dan 1930-an, Nuremberg lebih sukses dengan merengkuh gelar juara lima kali pada dekade 20-an. Pertemuan keduanya disebut derby Bavaria.
Ketika Bundesliga dibentuk 1963, hanya lima tim dari Oberliga -- divisi satu wilayah selatan liga Jerman saat itu -- yang diizinkan berkompetisi. Bayern masuk kriteria karena bertengger di tiga besar klasemen akhir Oberliga. Tapi karena DFB mensyaratkan satu kota hanya dapat diwakili satu tim, Bayern harus mengalah kepada rival sekota TSV 1860 Muenchen, tim juara Oberliga saat itu.
Bayern promosi dua musim kemudian ke Bundesliga dan memulai sejarah kesuksesan mereka melalui para pemain muda, yaitu "poros" Sepp Maier, Franz Beckenbauer, dan Gerd Muller.
Kini, seperti umumnya klub lain di Eropa, Bayern juga memiliki cabang olahraga lain, seperti basket, bowling, catur, senam, bola tangan, tenis meja, wasit, hingga sepakbola senior.
SEJARAH ESPANYOL FC
Real Club Deportiu Espanyol de Barcelona adalah sebuah klub olahraga Spanyol yang bermarkas di daerah Cornella de Llobregat, Barcelona. Klub Espanyol resmi didirikan pada tanggal 28 Oktober 1900 oleh seorang mahasiswa teknik dari Universitas Barcelona, Ángel Rodríguez. Pertama didirikan, klub Espanyol dikenal dengan nama Sociedad Española de Football namun satu tahun kemudian klub Espanyol berganti nama menjadi Club Español de Futbol.
Tiga tahun setelah berdiri, klub Espanyol berhasil memenangkan Piala Campionat de Catalunya. Espanyol kemudian memenangkan piala tersebut sebanyak tiga kali berturut-turut dari tahun 1906. Tahun 1909, klub Espanyol merubah namanya lagi menjadi Club Deportivo Español dan tahun 1912 klub Espanyol menerima gelar Real dari Raja Alfonso XIII maka nama klub berganti lagi menjadi Real Club Deportiu Espanyol de Barcelona yang akhirnya digunakan hingga sekarang ini.
Tahun 1928 Espanyol menjadi salah satu anggota pendiri kompetisi La Liga dan tahun berikutnya berhasil mencatatkan sejarahnya dengan meraih gelar pertama di ajang Copa del Rey. Espanyol telah meraih gelar Copa del Rey sebanyak empat kali dalam sejarah, namun hingga sekarang belum bisa memenangkan gelar La Liga. Meskipun demikian, Espanyol adalah klub keenam paling sukses dalam sejarah sepakbola di Spanyol.
Espanyol menggunakan Stadion Cornellà-El Prat untuk menggelar laga kandangnya. Espanyol mempunyai julukan sebagai Periquitos (burung parkit) dan Blanquiazules si Putih-biru yang mengarah ke warna jersey tim Espanyol.
Prestasi Espanyol:
4 kali Juara Piala Spanyol: Tahun 1929 ; 1940 ; 2000 ; 2006
2 kali Runner up Piala UEFA: Tahun 1988 dan 2007
1 kali Juara Segunda División: Tahun 1994
4 kali Juara Piala Spanyol: Tahun 1929 ; 1940 ; 2000 ; 2006
2 kali Runner up Piala UEFA: Tahun 1988 dan 2007
1 kali Juara Segunda División: Tahun 1994
SEJARAH MALAGA FC
Málaga Club de Futbol adalah klub sepakbola Spanyol yang bermarkas di daerah Málaga, Andalusia. Tanggal 25 Mei 1948 klub Málaga mendirikan klub cadangan yakni klub CD Santo Tomás yang kemudian berganti nama menjadi klub Atlético Malagueño. Musim 1959/1960, Malaga dan CA Malagueño bermain bersama di kompetisi tingkat ketiga Spanyol. Karena hal tersebut, kedua klub akhirnya memisahkan diri dan terdaftar sebagai klub independen. Tahun 1992 CD Málaga akhirnya dibubarkan karena kesulitan keuangan sementara klub CA Malagueño masih terus bekarir di kompetisi Liga Spanyol. Musim 1992/1993 CA Malagueño bermain di Divisi Tercera Grup 9 yang di akhir musim berhasil promosi ke Segunda División B. Namun musim berikutnya CA Malagueño terdegradasi dan akhirnya klub tersebut juga menghadapi kesulitan keuangan seperti pendahulunya klub Malaga.
Tanggal 29 Juni 1994 CA Malagueño berganti nama menjadi Málaga Club de Futbol SAD atau yang dikenal sekarang ini dengan Malaga CF. Meskipun Malaga tidak pernah bermain di Liga Champions, karirnya sudah cukup terbilang sukses di era tahun 2000-an di bawah kepemimpinan Peiró Joaquín. Malaga membuat penampilan terbaiknya di kompetisi Eropa dengan berhasil meraih Piala Intertoto tahun 2002 dan musim 2002/2003 Malaga berhasil melaju sampai ke babak perempatfinal Piala UEFA sebelum tersisih dari klub Portugal, Boavista.
Setelah Peiró pensiun, Malaga juga mulai tidak konsisten di liga. Setelah berhasil naik ke La Liga musim 1999/2000, Malaga hanya mampu bertahan selama tujuh musim di kancah La Liga karena musim 2005/2006 Malaga hanya bisa finish di dasar klasemen.
Di tahun yang sama, mantan presiden Real Madrid, Lorenzo Sanz membeli 97% saham Malaga dan menunjuk putranya, Fernando Sanz menjabat sebagai presiden klub Malaga. Menghabiskan dua musim di Segunda Division, Malaga naik lagi ke La Liga untuk mengikuti musim 2008/2009 dan berhasil finish di pos kedelapan. Namun menjalani musim 2009/2010 Malaga harus bekerja keras agar bisa selamat dari zona degradasi dan akhirnya bisa finish di pos ke-17 setingkat diatas zona degradasi.
Juni 2010 Fernando Sanz akhirnya menjual klub Malaga kepada seorang investor asal Qatar yaitu Abdullah bin Nasser bin Abdullah Al Ahmed Al Thani yang juga menjabat sebagai presiden baru Malaga tanggal 28 Juli 2010. Pihak klub pun akhirnya merombak managemen dengan mendatangkan Jesualdo Ferreira sebagai pelatih baru di Malaga menjalani musim 2010/2011. Namun beliau harus dipecat setelah serangkaian hasil buruk yang dilalui Malaga. Pelatih asal Chili, Manuel Pellegrini akhirnya mengambil kendali Malaga ketika klub berada di zona degradasi. Berkat Pellegrini, Malaga berhasil bangkit dan finish di pos ke-11 La Liga. Menjalani musim 2011/2012, pihak managemen Malaga tetap mempercayai Pellegrini untuk membawa Malaga ke gerbang kesuksesan.
Presetasi Malaga:
Domestik:
1 kali Juara Segunda División: Tahun 1999
1 kali Juara Segunda División B: Group IV: Tahun 1998
Eropa:
1 kali Juara Piala UEFA Intertoto: Tahun 2002
Domestik:
1 kali Juara Segunda División: Tahun 1999
1 kali Juara Segunda División B: Group IV: Tahun 1998
Eropa:
1 kali Juara Piala UEFA Intertoto: Tahun 2002
Subscribe to:
Posts (Atom)











